Demikian penggalan lirik berasal dari lagu berjudul Three Little Birds yang dipopulerkan oleh penyanyi asal Jamaika, Bob Marley. Dia populer dikarenakan keyakinannya yang kuat terhadap “Gerakan Rastafari”, yang sanggup tercermin berasal dari lagu-lagu yang dia nyanyikan.

Sebagai penyanyi, musisi, dan penulis lagu serta pemain, Marley jadi duta dunia untuk musik reggae. Lagunya terjual lebih berasal dari 20 juta kopi selama kariernya. Jika judi bola terpercaya dia tetap hidup hingga hari ini, Bob Marley berusia 74 tahun.

Kehidupan awal

Robert Nesta Marley lahir terhadap 6 Februari 1945 di St. Anne, Nine Mile, Jamaika. Orangtuanya bernama Norval Sinclair dan Cederlla Booker. Norval merupakan seorang pengawas sebuah perkebunan, pas Cedella berprofesi sebagai penulis lagu. Ayahnya yang berkulit putih meninggal dunia dikala Marley tetap berusia 10 tahun.

Salah satu rekan masa kecilnya di St. Anne adalah Neville “Bunny” O’Riley Livingston. Keduanya bersekolah di tempat yang mirip dan berbagi kecintaannya terhadap musik. Bunny mengingspirasi Marley untuk studi bermain gitar. Kedekatan mereka ikut berpengaruh terhadap kehidupan ayah Bunny, Thadeus, dan ibu Marley. Akhirnya, keduanya dikaruniai seorang putri bernama Pearl.

Mereka seluruh tinggal bersama untuk pas pas di Kingston.  Saat berada di Kingston terhadap akhir 1950-an, Marley hidup di keliru satu lingkungan termiskin di kota tersebut, Trench Town. Namun, itu seluruh membuatnya mendapatkan ide untuk bermusik. Trench Town sebenarnya dikenal bersama sejumlah pemain musik yang sukses dan diakui sebagai “Motown of Jamaica”.

Musik berasal dari Amerika Serikat terhitung mengalir di kota selanjutnya melalui radio dan jukebox. Bob Marley kemudian menyukai seniman layaknya Ray Charles, Elvis Presley, Fats Domino, dan Drifters. Marley putus sekolah terhadap usia 14 tahun. Bersama Livingston, dia mencurahkan pas untuk musik. Dengan bimbingan Joe Higgs, Marley berupaya menambah kebolehan bernyanyi. Sampai akhirnya, dia bersua bersama Peter McIntosh atau Peter Tosh yang dapat memainkan peran perlu dalam karier Marley.

Leslie Kong, seorang produser rekaman setempat, menyukai sifat nada Marley dan memicu rekaman sebagian single, terhitung yang pertama berjudul “Judge Not” dirilis terhadap 1962. Dia tidak tampil baik sebagai artis solo, supaya dia bergabung bersama teman-temannya.

Pada 1963, Marley, Livingston, dan McIntosh membentuk The Wailing Wailers, bersama single pertama berjudul “Simmer Down”. Segera, lagu selanjutnya naik ke puncak tangga lagu jamaika terhadap Januari 1964. Beberapa orang masuk dalam band layaknya Junior Braithwaite, Beverly Kelso dan Cherry Smith.

Tahun berikutnya, band reggae ini merilis album pertama mereka, The Wailing Wailers, bersama single yang sukses “Rude Boy”. Ditinggalkan Braithwaite dan Kelso, The Wailers merilis album internasional pertama “Soul Rebels” terhadap 1970.

Pada 1971, band ini merilis dua album populer, “Soul Revolution”, dan “The Best of the Wailers”. Tahun berikutnya, Marley di tandatangani kontrak bersama CBS Records yang berbasis di London The Wailers tampil bersama I-Threes, grup wanita yang anggotanya terhitung Marcia Griffiths, Judy Mowatt dan istri Marley, Rita.

Band yang kemudian dinamakan Bob Marley & The Wailers, melaksanakan tur secara luas dan menopang menambah popularitas reggae di luar negeri. Pada 1975, mereka mencetak hit Top 40 pertama mereka di Inggris bersama lagu “No Woman, No Cry.”

Pernikahan dan Rastafari

Marley menikahi Rita Anderson terhadap 1966 dan menghabiskan sebagian bulan tinggal di Delaware, AS, bersama ibunya. Ketika kembali ke Jamaika, dia menjadi menjelajahi segi rohaninya. Dia mengembangkan minat terhadap gerakan Rastafari. Gerakan Rastafari baik secara agama dan politik diawali di Jamaika lebih kurang 1930-an. Marley lalu menumbuhkan rambut gimbal khasnya. Sebagai seorang Rasta yang taat, Marley apalagi mengikuti anggota dalam ritual penggunaan ganja.

Gerakan selanjutnya yakin jika merokok ganja sanggup membersihkan tubuh dan pikiran, dan juga membawa jiwa lebih dekat kepada Tuhan. Dari Jamaika, gerakan Rastafari menyebar ke seluruh dunia berkat popularitas berasal dari Bob Marley. Lirik lagu berasal dari bintang reggae itu penuh bersama beraneka doktrin Rasta. Hingga kini, Rastafarianiesme tidak dulu jadi agama yang sangat terorganisir, dan banyak penganutnya memandangnua sebagai budaya atau langkah hidup.

Upaya pembunuhan

Kembali ke Jamaika, Marley dipandang sebagai pendukung Partai Nasional Rakyat. Pengaruhnya itu diakui sebagai ancaman supaya tersedia upaya pembunuhan terhadapnya terhadap 1976. Dua hari sebelum saat konser, sekelompok pria bersenjata menyerang Marley dan Wailers.

Satu peluru berkenaan tulang dada dan bisep Marley. Meski tidak terluka parah, tetapi manajernya, Don Taylor, terkena tembakan lima kali dan kudu menjalani operasi untuk menyelamatkan hidupnya. Motif penembakan tidak dulu terungkap dan Marley meninggalkan negara itu sehari setelah konser.

Selama di Inggris, Marley menulis lagu Exodus, yang menceritakan analogi kisah Musa dan orang Istael meninggalkan pengasingan. Dirilis terhadap 1977, lagu ini memuncak di Inggris dan seluruh lagunya dalam albumnya merajai tangga lagu selama lebih berasal dari setahun. Album selanjutnya hingga hari ini diakui sebagai keliru satu yang terbaik.

By admin4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *