Salah satu kitab fiqih yang amat populer dan dianalisa di sebagian pesantren di Indonesia adalah kitab Fathul Qarib.

Siapa sangka, mushanif atau pengarang kitab fenomenal yang adalah syarah kitab Taqrib li Abu Suja ini berasal dari daerah yang kini tengah mengalami perselisihan peperangan dengan Israel, adalah Gaza, Palestina.

Siapa yang tidak sbobet mengenal kitab Fathul Qarib, salah satu kitab klasik yang paling banyak dianalisa di pesantren-pesantren serta majelis-majelis ilmu di Indonesia.

Menukil annajah.co.id, Fathul Qarib adalah salah satu kitab fiqih yang pembahasannya cukup universal karena hampir membahas keseluruhan aspek fiqih, terutama fiqih madzhab Syafi’i.

Kitab ini amat populer di kalangan para santri ini. Karenanya alangkah penting mengenal biografi pengarangnya. Berikut ini biografi pengarang kitab Fathul Qarib.

Biografi Pengarang Kitab Fathul Qarib

Pengarang kitab Fathul Qarib adalah Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi. Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Qasim bin Muhammad bin Muhammad al-Ghazi al-Qahiri as-Syafi’i.

Lahir di kota Gaza, Palestina pada tahun 859 H/1455 M. Semenjak kecil, Syekh Ibnu Qasim Al-Ghazi sudah menunjukan ketertarikan yang cukup besar untuk memperdalam imu agama.

Syekh Ibnu Qasim sejak kecil mulai menghafalkan al-Qur’an, nadzam As-Syatibiyyah dalam ilmu Qira’at, menghafal kitab Minhajut Thalibin karya imam Nawawi, Alfiyah Al-Hadits karya Al-Iraqi, dan sebagian besar kitab Jam’ ul Jawami’ karya imam Tajuddin As-Subki dalam Usulan Fiqih.

Setelah itu, Syekh Ibnu Qasim hijrah ke Mesir untuk melanjutkan pencarian ilmunya di Al-Azhar Kairo. Dari sana, beliau banyak memperdalam ilmu-ilmu dari banyak tokoh-tokoh besar. Diantaranya adalah Syekh Muhammad bin ‘Abdul Mun’im bin Muhammad Al-Jaujari As-Syafi’i dalam bidang fiqh dan ilmu ‘arudh.

Kemudian belajar terhadap Syekh Muhammad bin ‘Abdurrahman bin Muhammad bin Abu Bakar bin ‘Utsman bin Muhammad As-Sakhawi untuk memperdalam kitab Alfiyah Ibnu Malik serta kitab-kitab karya Syekh As-Sakhawi sendiri.

Selanjutnya terhadap Syekh Kamaluddin bin Abi Syarif Muhammad bin Muhammad al-Maqdisi As-Syafi’i, untuk memperdalam fiqh, Ushul Fiqih, ushuluddin, dan sebagainya.

By admin7

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *