Kasus kekerangan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Kali ini melibatkan seorang oknu kepala sekolah SD.

Sorang pria pelaku KDRT tersebut saat ini telah ditangani oleh Kejaksaan Negeri Tulungagung, Jawa Timur.

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Tulungagung Amri Rahmanto Sayekti mengatakan bahwa penahanan itu untuk mempermudah pengerjaan peraturan yang bersangkutan.

Dengan beragam pertimbangan dan mengingat pasal yang disangkakan, Pasal 44 ayat (1) UU KDRT ancamannya 5 tahun ke atas, JPU membendung yang bersangkutan,\\” kata Amri di Tulungagung, Sabtu (11/5/2024).

Oknum kepala sekolah berinisial slot77 DS sekarang dititipkan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tulungagung.

DS dibendung berbarengan dengan pelimpahan tahap dua dari penyidik kepolisian yang menangani kasus sejak timbul aduan dari istrinya selaku korban KDRT.

Selama penyidikan itu, polisi telah mengupayakan upaya mediasi. Tapi, istri DS berkeras untuk melanjutkan ke pengerjaan peraturan.

Selama dalam pemeriksaan polisi, tak dijalankan penahanan oleh polisi. Baru sesudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tulungagung, tersangka DS dibendung.

Meskipun demikian itu BAP kasusnya dinyatakan P-21, Kejaksaan Negeri Tulungagung menetapkan untuk menjalankan penahanan demi mempermudah pengerjaan peraturan.

By admin4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *