Berita Teknologi

15 Aplikasi Berbahaya di Android, Segera Hapus Sekarang!

Tahukah kamu ternyata tidak semua aplikasi yang ada di ponsel kita aman untuk kesehatan HP kita. Hal ini karena ada beberapa aplikasi yang mengandung virus dan bahkan dapat membuat HP kita menjadi mudah untuk dibobol datanya. Untuk itu penting untuk sebaiknya hapus aplikasi tersebut dari ponsel, karena jika tidak ada kemungkinan data kamu dapat dicuri.

Aplikasi ini ditemukan oleh Tatyana Shishkova yang merupakan analis dari Kaspersky, serta juga terinfeksi Malware Joker. Dari aplikasi yang berbahaya tersebut, beberapa di antaranya ternyata merupakan aplikasi yang cukup populer dan bahkan sudah dipasang sekitar 50 ribu kali oleh pengguna HP Android.

Berikut ini adalah 15 aplikasi yang bermasalah tersebut dan ada baiknya untuk segera dihapus dari HP kamu:

  1. Easy PDF Scanner
  2. Now QRCode Scan
  3. Super-Click VPN
  4. Volume Booster Louder Sound Equalizer
  5. Battery Charging Animation Bubble Effects
  6. Smart TV Remote
  7. Volume Boosting Hearing Aid
  8. Flashlight Flash Alert on Call
  9. Halloween Coloring
  10. Classic Emoji Keyboard
  11. Super Hero-Effect
  12. Dazzling Keyboard
  13. EmojiOne Keyboard
  14. Battery Charging Animation Wallpaper
  15. Blender Photo Editor-Easy Photo Background Editor

 

Selain 15 aplikasi di atas, ternyata Kepolisian Belgia juga menemukan ada 8 aplikasi Android yang berisi Malware Joker, mengutip dari Times of India. Delapan aplikasi yang bermasalah tersebut juga pernah dilaporkan oleh lembaga riset, Quick Heal Security Lab. Di mana laporan tersebut diungkap pada bulan Juni 2021 lalu. Berikut merupakan delapan aplikasi yang bermasalah tersebut:

  1. Auxiliary Message
  2. Element Scanner
  3. Fast Magic SMS
  4. Free CamScanner
  5. Go Messages
  6. Super Message
  7. Super SMS
  8. Travel Wallpapers

Malware Joker pertama kali mulai teidentifikasi di tahun 2017 lalu, di mana virys tersebut digunakan untuk melakukan infeksi aplikasi lalu mencuri uang dari para korban. Peneliti dari Quick Heal mengungkapkan bahwa malware ini dimanfaatkan dalam mendapatkan informasi pribadi korban. Misalnya dengan SMS, daftar kontak, informasi perangkat, dan juga OTP atau kode one time password. Sampai saat ini Google masih berusaha untuk melawan kehadiran dari Joker sejak dari tahun lalu kembali lagi. Perusahaan pun terus menghapus aplikasi yang dilaporkan oleh malware tersebut.